MENANG TANPA SOMBONG

25 02 2008

Kemarin tanggal 21 Februari 2008, saya pulang kampung di salah satu desa di Perbukitan Menoreh untuk ikut  toblosan kadus. Saya udah datang siang dan menjadi pemilih yang terakhir. Ada dua calon yang menjagokan diri menjadi Kepala Dusun. Jam 1 siang proses pemilihan ditutup dan dilakukan perhitungan suara, dan dimenangkan telak oleh salah satu calon.

Yang menarik dalam proses pemilihan itu adalah, bahwa calon yang menang tidak merayakan kemenangan secara berlebihan, hanya terdengar tepuk tangan 2 atau 3 orang pendukungnya..itu hanya dalam tempo waktu yang tidak lama..

Dan pendukung yang kalah juga bisa dengan lapang dada menerima kekalahan yang terjadi..termasuk saya..

Namun saya melihat suasana pasca pemilihan bias kondusif karena ada sikap saling menghargai dan menjaga perasaan.

Semoga kondisi semacam ini bias terjadi di setiap pemilihan-pemilihan di Indonesia..





…TRANS JOGJA..

25 02 2008

bis-transjogja.jpgKota Jogja sekarang punya angkutan missal kayak di Jakarta, namanya TRANS JOGJA..Mirip2 kan namanya..Cuma yang berbeda ukuran bis lebih kecil disbanding TRANS Jakarta. Tapi gak papa yang peting Kota Jogja sudah selangkah lebih maju dalam pelayanan transportasi kota. Karena tertarik saya kemarin hari selasa 19 februari 2008, mencoba naik TRANS JOGJA dari Terminal Condong Catur. Iseng-iseng juga sich, bareng pacar jalan2 murah bermodal seripu perak bisa muter2 Jogja. Saya pilih jalur 3A dengan alasan rute yang ditempuh paling jauh..Ternyata banyak orang yang punya pemikiran sama dengan saya, mencoba naik TRANS JOGJA, jadi setiap bis yang masuk di halte pasti banyak orang juga yang antri pingin naik. Terpaksa kami naik dengan posisi berdiri karena tidak dapat tempat duduk.[...] Read the rest of this entry »