Kemarin tanggal 21 Februari 2008, saya pulang kampung di salah satu desa di Perbukitan Menoreh untuk ikut toblosan kadus. Saya udah datang siang dan menjadi pemilih yang terakhir. Ada dua calon yang menjagokan diri menjadi Kepala Dusun. Jam 1 siang proses pemilihan ditutup dan dilakukan perhitungan suara, dan dimenangkan telak oleh salah satu calon.
Yang menarik dalam proses pemilihan itu adalah, bahwa calon yang menang tidak merayakan kemenangan secara berlebihan, hanya terdengar tepuk tangan 2 atau 3 orang pendukungnya..itu hanya dalam tempo waktu yang tidak lama..
Dan pendukung yang kalah juga bisa dengan lapang dada menerima kekalahan yang terjadi..termasuk saya..
Namun saya melihat suasana pasca pemilihan bias kondusif karena ada sikap saling menghargai dan menjaga perasaan.
Semoga kondisi semacam ini bias terjadi di setiap pemilihan-pemilihan di Indonesia..
Recent Comments